rajabacklink

Mayoritas Islam Di Indonesia Ternyata Hanya Jadi Minoritas Ketika Membela Kebenaran

22 Des 2020  |  78x | Ditulis oleh : Kak Min
Mayoritas Islam Di Indonesia Ternyata Hanya Jadi Minoritas Ketika Membela Kebenaran

Memang benar agama Isla adalah agama yang banayak dianut di Indonesia, sejak dari sekolah dasar pun kita tentu sudah di ajarkan tentang agama mana yang menjadi mayoritas dinegara kita. Tetapi dengan berjalannya waktu kata mayoritas hanya hitungan angka, tidak ada yang benar-benar Islam yang membela kebenaran, Islam yang kritis terhadap penguasa yang lalai, Islam yang tidak hanya diam ketika ditindas. Masih pantaskah Islam disebut agama mayoritas dinegara kita ini?

Sudah makin jelas bahwa dakwah Islam terbukti kalah oleh dakwah kaum sekuler dan musyrik radikal. Jika muslim dituduh radikal garis keras, ingatlah bahwa musuh-musuh Islam tidak cuma radikal garis keras tapi juga bekerjasama secara terstruktur, sistemik, masif dan militan. Karena merasa mayoritas, ummat Islam terbukti gagal melakukan hal yang sama,  sehingga fitnah dan kerusakan besar telah terjadi dan semakin menjadi-jadi. 

Stop basa basi. Ketahuilah bahwa ummat Islam Indonesia itu minoritas. Yang mayoritas adalah kaum abangan atau sekuler radikal hasil proses sekulerisasi sekaligus deislamisasi besar-besaran melalui persekolahan massal paksa pemerintah dan siaran televisi sejak akhir 1960an. Jika NU dan  Muhammadiyah besar jumlah pengikutnya, jumlah kaum sekuler abangan masih jauh lebih besar. Baik aset NU maupun Muhammadiyah jika dibandingkan dengan aset para Taipan, ini seperti kelinci dan gajah.

Siaran televisi dan persekolahan massal paksa besar-besaran adalah proyek penjongosan ummat Islam agar cukup trampil menjalankan mesin-mesin pabrik pemilik investor asing dan aseng, sekaligus cukup dungu untuk terus bekerja bagi kepentingan pemilik modal. UU Omnibus Law Cipta Jongos adalah puncak proyek penjongosan ini.  Sementara sistem keuangan ribawi hasil kesepakatan KMB 1949 di Den Haag adalah instrumen perbudakan ummat Islam agar hidup dari hutang sekaligus dirampok kekayaannya melalui terms of trade yang tidak adil. 

Dakwah via mimbar saja sudah terbukti gagal.  Dakwah melalui ormas yang apolitis sudah terbukti gagal mengangkat derajad kaum muslimin secara ekonomi dan politik. Bahkan riba dibiarkan berlangsung terus walau dianggap darurat.

Baru-baru ini ada narasi bahwa negara tidak boleh kalah oleh Ormas semacam FPI. Narasi ini menyesatkan karena negara tidak pernah diancam oleh ormas, tapi diancam oleh Partai Politik yang membuat UU dan menentukan APBN serta mengorupsinya. Bahkan organisasi paling berbahaya di planet ini bukan ISIS, Al Qaedah, Hamas, Ikhwanul Muslimun, HTI atau FPI, tapi Partai Republik AS di bawah Trump. Menurut Noam Chomsky, di bawah Trump, dunia semakin terancam perang nuklir, kehancuran lingkungan, dan kematian demokrasi.

Kita memerlukan strategi dakwah baru. Ummat Islam Indonesia tidak perlu menjadi mayoritas. Jadilah minoritas kreatif yang bangga mengekspresikan diri sebagai muslim di kancah politik, ekonomi, dan kebudayaan. Bebaskan pendidikan ummat dari dominasi persekolahan, kuatkan keluarga, masjid, dan pesantren, serta segera bebaskan ummat dari cengkeraman riba.

 

Baca Juga:
Jaga Mata Tetap Jernih dengan 4 Cara Alami Ini

Jaga Mata Tetap Jernih dengan 4 Cara Alami Ini

Kesehatan      

27 Okt 2020 | 84 Kak Min


Aghil - Mata adalah salah satu indera yang penting untuk kita. Karenanya, penting untuk menjaga kesehatan pada mata. Terlebih pada zaman modern saat ini, dimana mata mudah lelah dan ...

Cara Baru Beriklan Dengan Aplikasi Soorvei

Cara Baru Beriklan Dengan Aplikasi Soorvei

Tekno      

1 Okt 2020 | 109 FDT


Total belanja iklan nasional tahun 2018 mencapai 145T, sedangkan tahun 2019 mencapai 181T. Meskipun pada tahun 2020 belanja iklan dipastikan turun karena pandemic covid-19 menarik bahwa ...

Berwisata Ke Australia Tidak Lengkap Jika Belum Melihat Hewan-Hewan Ini !

Berwisata Ke Australia Tidak Lengkap Jika Belum Melihat Hewan-Hewan Ini !

     

7 Agu 2020 | 167 Kak Min


Mungkin banyak orang di masa pandemi ini yang mengalami kejenuhan dan kebosanan didalam menjalani kehidupannya. Terutama yang masih menjalankan protokol kesehatan untuk tetap dirumah atau ...

Profil: Penyanyi Someone You Loved "Lewis Capaldi"

Profil: Penyanyi Someone You Loved "Lewis Capaldi"

Mancanegara      

1 Jul 2020 | 177 Kak Min


Bagi kamu penikmat musik pasti sudah tahu lagu yang berjudul “Someone You Loved”, lagu yang populer hingga pernah menduduki chart UK nomer satu dengan waktu tujuh minggu ...

Tak Hanya Sehat, Kurma Juga Ternyata Bisa Bikin Cantik

Tak Hanya Sehat, Kurma Juga Ternyata Bisa Bikin Cantik

Kesehatan      

30 Apr 2020 | 185 Kak Min


Buah Kurma, buah khas Timur Tengah yang memiliki cita rasa manis legit ini memang sangat populer di negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim. Buah yang kerap disantap oleh Rasulullah ...

Bunda Lagi Hamil? Hindari Makanan Makanan Ini Dulu Ya!

Bunda Lagi Hamil? Hindari Makanan Makanan Ini Dulu Ya!

Kesehatan      

31 Maret 2020 | 204 Kak Min


Ketika seorang wanita tengah hamil, asupan nutrisi tentu perlu diperhatikan. Bukan hanya untuk Bunda saja, namun untuk kesehatan janin yang sedang dikandungnya juga. Meskipun nutrisi ...