Terkini

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Pendidikan

Mendikdasmen Dorong Siswa Gunakan YouTube untuk Belajar, Kontennya Bisa Jadi Virus Kebaikan

Mendikdasmen Dorong Siswa Gunakan YouTube untuk Belajar, Kontennya Bisa Jadi Virus Kebaikan
A44454775bb029a9.jpg (Foto: BeritaOpini/Dokumentasi)
admrozi

admrozi

Sabtu, 05 Juli 2025 | 09:50 WIB

Dalam era digital yang terus berkembang, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong para siswa agar memanfaatkan platform YouTube sebagai salah satu media belajar yang efektif dan menyenangkan. Menurutnya, YouTube memiliki potensi besar sebagai sumber pembelajaran jika digunakan secara bijak.

“Berbagai tayangan yang ditampilkan melalui YouTube atau berbagai bentuk lain tayangan digital itu mendatangkan manfaat dan meminimalkan terjadinya mafsadat atau kerusakan,” ujar Mu’ti dalam acara Peluncuran Gemini Academy dan Edukreator di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu, 7 Mei 2025.

Mu’ti menyadari bahwa tidak semua konten YouTube memiliki nilai edukatif. Namun, ia percaya bahwa konten-konten yang positif dan bermanfaat dapat menjadi ‘virus kebaikan’ yang menyebar luas dan memperluas wawasan para pelajar.

“Tentu kalau isinya itu baik maka dia bisa menjadi virus yang baik, menyebarkan kebaikan dan membuka wawasan,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kemendikdasmen sendiri sudah memanfaatkan YouTube sebagai media sosialisasi kebijakan pendidikan dan penyebaran konten edukatif. Hasilnya cukup signifikan, channel YouTube Kemendikdasmen kini telah memiliki lebih dari satu juta pelanggan dan bahkan mendapatkan Golden Button dari Google Indonesia sebagai penghargaan.

Salah satu konten yang paling viral dan diminati publik adalah senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang menjadi bagian dari program pembentukan karakter Kemendikdasmen. Video tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai-nilai positif kepada anak-anak.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Google yang telah memberikan Golden Button untuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Tadi saya menyampaikan katanya ‘emas’ dikirim langsung dari Amerika. Kami terima kasih, sekarang harga emas sedang mahal dengan ini mudah-mudahan bisa kita uangkan,” seloroh Mu’ti disambut tawa para peserta acara.

Ajakan Mu’ti ini menjadi sinyal kuat bahwa pembelajaran di abad 21 harus adaptif terhadap kemajuan teknologi, sekaligus mendorong siswa dan guru untuk lebih kreatif dalam mengakses dan memproduksi konten edukasi digital.

Baca Juga